Jumat, 27 Januari 2012

Puisi Fisika

Vektor Cinta
 
Vektor cinta kita tegak lurus
Jatuh bertaut di hati karena gravitasi
Fluks kasih semakin tak tersisih
Beriak kecil dan kontinu
Sayang ini tak terkuanta
Absolut hanya untukmu
Semakin meningkat anomali hati
Karena amplitudo hadirmu
Kristal senyumu
Menghancurkan amorf gundahku
Paramagnetik harapku
Tanpa paralaks menggemuruh

 Gravitasi Cinta

Rasa ini konvergen hanya untukmu
Tak terkuanta, absolut dihatiku
Refleksimu yang sama asaku
Terjadi kesetimbangan nyata dihadapanku
Gravitasi cinta ini membuat jatuh
Saat pancar matamu tak terdispersi
Menghadirkan resonansi di jiwa
Abadi karena hukum kekekalan cinta
Cintaku Padamu Oh Fisika
(versi beta)


Malam gelap temani sepi
Secercah foton enggan menghampiri
Gelombang nada tiada menemani
Saat intuisi hanyalah ekspektasi

Saat kurasakan getaran cinta
Dengan kecepatan melebihi cahaya
Potensial tangga tak berdaya meluruhkannya
Mungkin ini hanya imajinasi hampa

Dunia kita ialah relativistik
Tampuk tahta bukan mekanika klasik
Tapi cintaku ini tetap deterministik
Dengan kesucian tanpa hukum probabilistik

Walau cinta ini tak bersambut
Walau luka ini sisakan takut
Namun nuraniku senantiasa terpaut
Layaknya katrol pesawat Atwood

Cinta ini takkan pernah bertepi
Seperti osilator harmonik tanpa terhenti
Semua rapi tersusun dalam hati
Bagai kristal tak cacat kisi

Akankah cinta ini kembali?
Menatap bayang indah rajutan mimpi
Ataukah khayal tetap berdiri?
Merusak angan dengan radiasi tinggi



Cintaku Padamu Oh Fisika
(versi gamma)


Sendiriku tak sentuh pagi
Bayangmu bagai spektrum pelangi
Rindu ini enyahkan sengat mentari
Melayang jiwaku kalahkan gravitasi

Harapku ini t’lah semu
Apakah hatimu tak kenal diriku?
Meski cintaku tak habis untukmu
Abadi setiaku walau blackhole mengganggu

Cinta ini bagai atom Dalton
Selalu kekal layaknya bilangan baryon
Dengan interaksi kuat adanya pion
Takkan terbagi dalam nukleon

Tak seperti perang nuklir
Walau cinta ini harus berakhir
Saat partikel Higgs terlahir
Ataukah ini titik nadir?

Telah kuarungi gap energi
Untuk meraih cinta ini
Agar puing kasih terangkai kembali
Meski berada di lain galaksi

Saat waktu hilangkan rasa
Kujaga dirimu dalam setia
Karenamu cinta ini tak terhingga
Seperti luas alam semesta

Kimia Fisika
 

Bilangan avogadro mati
Koefisien dari segala reaksi nol, tidak tersisa
Dua linear ganjil tiba-tiba
Dan angka-angka pun tercengang kosong

Konfigurasi atas semua elektron tidak terarah
Atom Rutherford terpecah gaduh
Dalam kegaduhannya, negasi menjadi gempar
Bila gugus-gugus tersebut tidak lagi dalam satu ruang

Satu atom tak elakkan tuk lepaskan hidrokarbonnya
Karena mungkin alkuna akan mengganjil begitu saja
Tidak lagi sebuah ikatan rangkap tiga
Antar atom karbonnya

Teremosi atas segala transisi
Namun tidak mungkin tereaksi kembali
Jiwa ini berteriak dalam keangkuhan waktu
Yang telah satukan nol, dengan jiwa ini

Rindu Bak Fisika


Ku tak pernah lagi melihat bayangmu
Mungkinkah kau berada di titik fokus
Layaknya dunia penuh lensa
Oh, ku merindukanmu…

Ku tak pernah lagi mendengar suaramu
Mungkinkah frekuensi hatimu menjauh
Layaknya efek doppler
Oh, ku merindukanmu…

Waktu pun bergerak di sekitarku
1 detik kah? 100 tahun kah?
Entahlah bahkan relativitas Einstein pun
Tak bisa menjelaskannya…

Kasih, dimanapun kau berada
Di ujung galaksi andromeda pun
Ketauhilah magnitudo hatiku
Akan menuntunmu padaku



Cintaku Padamu Oh Fisika
(versi alfa)
 

Archimedes dan Newton takkan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E = mc2

Pertama kali bayanganmu jatuh tepat di fokus hatiku…
Nyata,tegak,dan diperbesar dengan dioptri lensa maksimum
Bagai tetes minyak Millikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterferensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Atau kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = 1/2 mv2

Hukum kekekalan energi tak dapat menandingi kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita: Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik equilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita

Fisika dalam Cinta

Kurindu dirimu dalam angan
Setiaku temanimu seperti bulan
Luas cintaku melebihi lautan
Berharap jadi satu gumpalan awan

Jiwaku tenggelam sisakan bayang
Namun tegar pijakku bagai karang
Dan tak lekang oleh terpaan gelombang
Meski arus pasang datang menghadang

Air matamu bagai erosi di hatiku
Inginku sejukkanmu saat tingginya suhu
Walau keras hatimu seperti batu
Penantianku tak pernah membeku

Kuharap jiwa kita berdifusi
Dan cinta kita ber-rekombinasi
Haruskah tercipta daerah deplesi?
Karena kau tak lagi di sisi

Kuingin di antara kita ada interferensi
Jalinan cinta prinsip superposisi
Tanpa adanya peristiwa eksitasi
Tak beri harapan terjadi ionisasi

Guratan senyummu takkan terganti
Paras maya wajahmu sangat berarti
Meski bumi enggan ber-rotasi
Cinta ini akan tetap abadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar